Selasa, 15 Februari 2011

Tanaman Hias



MEDIA TAK SUBUR, CALADIUM TERTIDUR



Meski tak nampak tumbuh di atas permukaan tanah, jangan buang keladi Anda. Siapa tahu dia tengah menjalani masa tidur panjang. Penyebab tidur, bisa karena cuaca tidak mendukung atau perawatan tidak benar. Bagi penggemarnya, baca tulisan ini. Ada tips agar Keladi tetap subur.

http://langitlangit.com/mod/publisher/media/219.jpg


Meski tak nampak tumbuh di atas permukaan tanah, jangan buang keladi yang Anda miliki. Mungkin tanaman tersebut tengah menjalani masa tidur panjang. Berikan perlakuan agar caladium bisa bangkit dan tumbuh subur kembali.

Pesona Caladium terletak di daunnya. Lembaran daun caladium memiliki banyak corak. Dan dengan warna yang kontras dan menyolok. Namun, sayangnya tanaman ini banyak dikenal sebagai tanaman yang sulit menghasilkan daun dalam jumlah banyak secara serempak. Bahkan dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan dan cara penanganan yang tidak benar bisa mengakibatkan caladium mengalami mogok tubuh.

Masa tidur atau mogok tumbuh seperti itu sering juga disebut sebagai dorman. Di habitat asalnya, keladi sering melakukan dormansi sebagai salah satu cara untuk bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Semisal, suhu dan lama penyinaran yang tidak sesuai. Kekurangan zat hara dan air.

Karena kurang air

Dalam keadaan lingkungan yang menguntungkan, keladi tumbuh secara normal dan menimbun cadangan makanan dalam umbi. Jadi, organ di dalam tanah tersebut selain berfungsi sebagai alat perkembangbiakan juga bermanfaat sebagai gudang penimbun cadangan makanan. Semakin besar ukuran umbi, maka keladi bisa memiliki waktu tidur yang semakin lama pula.

Dormansi harus segera diatasi. Sebab, jumlah cadangan makanan dalam lumbung tersebut terbatas. Jika tanaman terlalu lama melakukan dormansi, dikawatirkan tanaman yang Anda miliki akan menemui ajal.

Banyak pehobi tanaman hias mengira bahwa keladi yang ia miliki telah mati. Maka tak heran jika pehobi tersebut lantas membongkar lalu membuang tanaman kesayangannya. Padahal, tanaman tersebut sebenarnya masih hidup. Hanya saja ia tidak mengeluarkan daun ke permukaan tanah.

Ada banyak penyebab yang bisa memicu tanaman keladi Anda jadi dorman. Kondisi cuaca yang tidak mendukung serta cara perawatan yang tidak benar bisa merangsang tanaman melakukan dorman. Menurut Jalil Yumal. F, staf dari Adelia Nursery, kaladium mengalami dormansi pada waktu musim kemarau. Atau bisa juga bila tanaman tersebut mendapat jatah penyiraman yang kurang.

Kondisi kekurangan air bisa diatasi dengan jalan melakukan penyiraman dengan frekuensi yang banyak. Selain itu, media tanam juga harus diramu sedemikian rupa sehingga mampu menahan air dalam jumlah cukup dan dalam jangka waktu lama.

Jalil menyarankan sebaiknya media tanam kaladium mengandung banyak bahan organik. Media tanam seperti itu diracik dengan bahan baku cocopeat, arang sekam dan pupuk kandang. Perbandingannya masing-masing yaitu 1 : 1 : 1. Selain mampu menyimpan air secara baik, media tanam seperti itu juga bersifat gembur. Media tanam yang terlalu keras dan padat juga bisa memicu Caladium jadi dorman.

Jalil mengatasi caladium dorman dengan jalan melakukan reepotting. Umbi caladium dikeluarkan dari dalam pot. Sebelum ditanam, umbi tanaman keluarga araceae tersebut direndam dulu dalam larutan perangsang atau hormon. Perendaman dilakukan selama 15 menit. Jalil menggunakan hormon bermerk dagang happy gro untuk merangsang pertumbuhan umbi caladium yang sedang dorman.

Jika semua sudah dilakukan, caladium bisa segera ditanam dalam media tanama baru yang banyak mengandung bahan organik. Sisa larutan hormon disiramkan dalam media tanam. Kondisi media tanam harus lembap. Setelah itu pot disugkup menggunakan plastik transparan. Tujuannya untuk mempertahankan kelembapan. Kaladium tersebut lalu ditaruh ditempat yang teduh (cenderung gelap) dan sejuk. Sekitar 1 – 2 minggu kemudian, tunas caladium sudah tumbuh. Anda boleh memindah tanaman tersebut menuju pot tunggal jika caladium sudah memiliki daun sebanyak 3 – 4 lembar. Atau setelah usianya 2 bulan.


Tidak selalu merugikan

Bagi para breeder tanaman hias, dormansi ternyata tidak selamanya merugikan. Masa tidur tersebut bisa dimanfaatkan agar pada periode pertumbuhan berikutnya caladium bisa memiliki jumlah daun yang banyak. Caranya sangat mudah. Keladi dikeluarkan dari media tanam lantas ditaruh dalam wadah yang kering dan bersih. Umbi tersebut lalu ditaruh di tempat yang teduh dan sejuk. Dibiarkan sampai tunasnya muncul

Tunas pertama yang muncul harus segera dipotong dengan bantuan pisau yang steril. Tujuannya supaya tidak menghambat pertumbuhan tunas berikutnya. Pemotongan tunas tersebut akan merangsang pertumbuhan tunas lain dalam jumlah yang lebih banyak. Setelah itu, umbi caladium bisa segera ditanam ke dalam media yang banyak mengandung bahan organik. Sekitar 2 minggu kemudian, tunas daun baru akan menyembul ke permukaan tanah. Jumlahnya bisa dipastikan lebih dari satu.

Tips agar Caladium tetap subur

Penyiraman
Penyiraman dilakukan 2 - 3 hari sekali pada musim kemarau. Pada musim hujan frekuensi penyiraman dikurangi.

Pemupukan
Berikan pupuk berkadar N tinggi. Unsur N memacu pertumbuhan vegetatif. Bila menggunakan pupuk lambat urai, seprti Dekastar dan Bintang Asri, taburkan saat penanaman. Namun, jika menggunakan pupuk cepat urai seperti Growmore dan Hyponex, berikan 2 minggu setelah tanam. Selanjutnya, pemupukan setiap 2-3 minggu pada musim hujan. Pada musim kemarau siram 4-6 minggu sekali.

Media tanam gembur
Media berupa campuran tanah dengan humus, cocopeat, sekam bakar, kompos. Perbandingannya adalah 1:1 . Bisa juga menggunakan bahan 100% organik.




MENANAM DAN MERAWAT ANGGREK



Anggrek? Hm, tanaman paling disuka oleh para wanita dan pencinta bunga. Tapi banyak yang menghatakan, merawat anggrek tak semudah membelinya. Benar? Jangan khawatir. Ini sebuah tulisan yang perlu Anda baca.

http://langitlangit.com/mod/publisher/media/204.jpg


Tanaman anggrek merupakan tanaman yang telah ada di bumi sejak 120 juta tahun yang lalu dan telah sanggup terus berevolusi dan beradaptasi sehingga masih bertahan sampai sekarang, meskipun banyak hewan dan tumbuhan purba punah. Anggrek hidup di semua benua, kecuali Antartika. Di Tiongkok, anggrek liar ditemukan hidup di daerah Tiongkok Barat Daya dan Selatan, misalnya di propinsi Sichuan dan Yunnan. Di dunia ini ada hampir 35 ribu spesies anggrek. Bahkan masih banyak lagi spesies yang belum ditemukan. Salah satu anggrek langka yang ditemukan di daerah Xishuangbanna di propinsi Yunnan memiliki mantel bulu yang unik.

Di alamnya yang alami, anggrek bertahan hidup dari mineral yang terkandung pada air hujan yang jatuh dan pupuk yang terbuat dari daun-daun, kotoran burung atau serangga yang membusuk. Serangga yang bertugas membantu perkawinan bunga anggrek ditarik dengan baunya yang harus semerbak, atau dengan warna-warni dan bentuk yang menyerupai serangga tersebut, misalnya pada anggrek yang menyerupai kupu-kupu. Selain itu, serangga yang kaki-kakinya pernah terlumuri oleh benang sari bisa juga tergelincir ke kepala putik, sehingga membantu perkawinan antar anggrek.

Tentang cara perawatan anggrek, pada dasarnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan.



Yang pertama adalah cahaya.

Anggrek membutuhkan cahaya matahari untuk hidup, tetapi tidak boleh terkena terlalu banyak sinar matahari. Yang paling baik adalah cahaya matahari dari timur, ketika matahari akan terbit. Tapi siang yang terlalu panjang dan terik tidak baik bagi anggrek karena daunya bisa cepat layu. Bagi pecinta anggrek di Tiongkok Utara, di musim panas mereka harus berhati-hati bila menaruh anggrek di jendela yang menghadap ke barat, karena jendela yang menghadap ke barat mendapat sinar matahari selama siang sampai matahari terbenam. Padahal, pada musim panas matahari baru terbenam di Tiongkok Utara pada pukul 8 atau bahkan 8.30 malam. Min Lin dan pecinta anggrek Indonesia tentu tidak perlu khawatir tentang hal ini, tetapi tentunya, lebih baik bila menjelang tengah hari anggrek dipindahkan ke tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung, atau tempat yang lebih teduh.

Sebetulnya tiap jenis anggrek memiliki kebutuhan cahaya sendiri-sendiri. Anggrek keluarga phalaenopsis dan oncidium kurang suka cahaya, sedangkan anggrek jenis cattleya, dendrobium dan vanda suka cahaya.

Yang kedua adalah kelembaban.

Kebanyakan anggrek menyukai kelembaban. Bagi pecinta anggrek di Indonesia, hal ini tentu tidak menjadi masalah, karena Indonesia adalah negara tropis yang lembab. Tetapi bagi mereka yang tinggal di Tiongkok Utara, udara cukup kering, terutama pada musim dingin. Karena itu mereka disarankan untuk menaruh seember air di dekat anggrek-anggrek mereka, sehingga air bisa menguap dan melembabkan anggrek.

Yang ketiga adalah pengairan.

Paling baik, anggrek disiram pada pagi hari, sehingga air sudah menguap pada saat malam tiba. Akar yang tergenangi air bisa membusuk sehingga anggrek menjadi layu atau mati. Karena itu, pot yang digunakan harus memiliki pori-pori air. Air yang paling baik untuk menyiram anggrek adalah air hujan, karena mengandung telah bercampur dengan debu dan materi-materi organic. Air keran tidak terlalu baik, terutama air keran yang banyak mengandung kaporit. Bila air keran akan digunakan, lebih baik didiamkan dulu selama beberapa saat sehingga kaporitnya mengendap. Yang perlu diingat adalah jangan menyiram anggrek dengan air yang terlalu dingin.

Penyiraman anggrek tidak perlu dilakukan terlalu sering. 5-10 hari sekali bisa disiram, tergantung dari jenis anggrek. Yang pasti, ketika disiram, medium tempat akar anggrek tumbuh harus dalam keadaan telah benar-benar kering.

Yang keempat adalah temperatur.

Bagi orang Indonesia, suhu udara mungkin tidak menjadi masalah, karena suhu di Indonesia rata-rata selalu sama. Di Tiongkok, anggrek harus dirawat di dalam rumah yang menggunakan pemanas pada musim dingin. Rata-rata anggrek tidak tahan udara yang lebih dari 33 derajat Celcius atau di bawah 15 derajat Celcius. Karena itu, jangan biarkan anggrek Anda ditempatkan di tempat yang terlalu panas. Setelah ini Anda juga bisa mendengarkan ulasan dari pakar anggrek yang mengatakan bahwa temperatur paling baik untuk anggrek adalah 27 ? 28 derajat Celcius.

Bagi yang memelihara anggrek di dalam ruangan, maka yang juga harus diperhatikan adalah poin ke lima yaitu ventilasi udara. Bagi kebanyakan keluarga di Indonesia, hal ini tidak terlalu masalah. Kebanyakan rumah di Indonesia masih menempel di tanah, memiliki halaman, dan cukup ventilasi. Ini disebabkan karena orang Indonesia yang tinggal di iklim tropis sangat membutuhkan ventilasi udara, sehingga jendela rumahnya kerap dibuka. Tetapi bagi orang Tiongkok di kota-kota besar yang tinggal di apartemen dan pada musim dingin udara terlalu dingin, maka ventilasi bisa menjadi masalah. Karena itu, selama beberapa saat, anggrek perlu ditaruh di dekat kipas angin supaya mendapat sirkulasi udara. Udara yang berhembus atau angin sepoi-sepoi sangat diperlukan oleh anggrek supaya air siraman tidak menggenang sehingga bisa jadi tempat tumbuh bakteri yang membusukkan akar anggrek. Jadi, supaya anggrek Anda tetap tumbuh dengan bahagia, maka jangan lupa untuk diangin-angin, ditaruh di beranda yang terkena hembusan udara segar.

Yang keenam, yang juga perlu diperhatikan adalah pemberian pupuk. Pilihlah pupuk yang mengandung potassium untuk perkembangan bunga dan buah, fosfor untuk produksi bunga, dan nitogren untuk pertumbuhan tanaman. Bila medium anggrek dibuat dari kulit kayu yang telah dibusukkan, nitrogen sangat diperlukan karena medium tersebut dihasilkan dari pembusukan kulit kayu oleh bakteri. Bakteri memakan banyak sekali nitrogen, sehingga tidak menyisakan banyak nitrogen bagi anggrek. Tentang banyaknya pemakaian pupuk dan seringnya, ini semua tergantung dari keadaan tanaman yang baru dibeli. Tanyakan kepada penjual, jumlah dan seringnya pupuk yang dipakai karena semua anggrek berbeda-beda. Penjual anggrek juga biasanya menjual pupuk yang direkomendasikan.

Hal yang terakhir yang juga harus diperhatikan adalah pemindahan pot. Setiap anggrek harus dipindah dari potnya setiap satu setengah sampai dua tahun sekali. Mengapa? Karena mungkin anggrek tersebut sudah tumbuh terlalu besar sehingga potnya terlalu kecil untuk menampung kebutuhan akar-akar yang sudah berkembang. Selain itu, akar anggrek juga harus dibersihkan dari akar-akar yang sudah mati. Yang juga penting adalah mengganti medium anggrek yang mungkin sudah habis vitaminnya. Pot yang lama masih bisa dipakai, setelah dibersihkan. Semua ini tentu harus dilakukan dengan hati-hati dan tanyalah kepada penjual anggrek atau toko tanaman tentang prosedur. Tetapi yang harus diingat, anggrek suka berada di pot yang agak ketat, karena bila potnya terlalu besar, sebagian besar energi akan digunakan untuk menumbuhkan akar. Juga jangan asal pindah ke pot yang baru. Pemindahan pot dilakukan bila memang anggrek sudah terlalu besar, atau bila ditemukan air menggenang yang bisa membusukkan akar. Bila tidak ditemukan alasan-alasan untuk memindah ke pot yang baru, biarkan anggrek hidup di potnya mungkin setahun lagi.

Nah, saudara pendengar, kini saya ajak Anda untuk mengunjungi perusahaan hortikultur di Tiongkok yang memiliki rumah kaca khusus anggrek. Perusahaan ini mengembangbiakkan bibit anggrek dengan bioteknologi dan mengekspor anggrek-anggrek mereka ke luar negeri. Berikut wawancara dengan Li Chun Lin, Penanggung Jawab Produksi Jetgreen di Beijing.

Perusahaan kami mengimpor bibit bunga anggrek dari tahun 70-an. Tetapi perusahaan ini mula-mula didirikan di Taiwan. Di daratan Tiongkok kami baru mulai pada tahun 1995 atau 1996. Bunga yang terkenal dari perusahaan kami adalah bunga anggrek kupu-kupu, atau phalaenopsis. Dulu bibitnya diambil dari Taiwan, tetapi sekarang kami membibit sendiri. Kami menggunakan teknologi kloning sehingga semua bibit yang dihasilkan dijamin memiliki karakteristik yang sama, baik itu bentuk daunnya, bunganya, maupun kualitasnya.

Tiongkok Utara ini memiliki musim yang temperaturnya sangat beda jauh, bagaimana bisa memelihara bunga anggrek di sini?

Kami menggunakan greenhouse (rumah kaca) dan pengaturan suhu. Perusahaan kami sendirilah yang membuat rumah kaca ini. Pada musim dingin kami mengatur suhu supaya tidak terlalu dingin dan pada musim panas kami juga mengatur agar suhu tidak terlalu tinggi. Bunga anggrek paling baik hidup di suhu 27 ? 28 derajat Celcius.

Bagaimana bila ada yang membeli bunga-bunga ini dan membawanya pulang, apa yang harus dilakukan pembeli anggrek?

Sesudah dibawa pulang ke rumah, tidak perlu sering-sering disiram air. Tujuh atau sepuluh hari sekali sudah cukup. Bila medium tempat tumbuh anggrek sudah kering, baru siram air lagi. Kalau tiap hari disiram air, akarnya bisa membusuk. Jangan taruh di tempat yang terkena sinar matahari yang terlalu terik. Tetapi harus tetap kena sinar matahari sedikit. Di Beijing pada musim dingin bunga inipun bisa tumbuh, karena adanya pemanas dalam ruangan. Bila di suatu ruangan, suhunya di bawah 5 derajat, maka bunga ini akan mati. Suhu yang lebih dari 30 derajat juga akan mempengaruhi pertumbuhan anggrek. Jadi yang paling bagus 27 ? 28 derajat Celcius. Bunga ini butuh sinar matahari sebesar 20 ribu lux (lux adalah satuan ukuran intensitas cahaya). Rumah kaca mereka didesain untuk menerima sinar matahari sebesar ini. Sinar mataharinya tidak boleh terlalu terik, tetapi juga tidak boleh ditaruh di tempat yang tidak terkena sinar matahari. Bila tidak ada sinar matahari, bunganya akan cepat gugur.




Kecantikan Bunga Euphorbia
Batangnya memang berduri, tetapi bunga Euphorbia amat cantik. Warnanya pun beragam. Cocok untuk penghias teras, atau jadi pemanis ruangan. Pantas disukai ibu-ibu. Yang pasti, tanaman yang satu ini dipercaya membawa keberuntungan.
 Batangnya memang berduri, tetapi bunga Euphorbia amat cantik. Warnanya pun beragam. Cocok untuk penghias teras, atau jadi pemanis ruangan. Yang pasti, tanaman yang satu ini dipercaya membawa keberuntungan.

Euphorbia tidak hanya dikenal karena kecantikan bunganya. Mungkin karena bunganya seperti angka 8, Euphorbia sering disebut sebagai bunga keberuntungan, atau kemakmuran. Bahkan, karena di batangnya banyak ditumbuhi duri, sebagian masyarakat percaya bunga ini sebagai penolak bala atau kejahatan.

Bentuk bunganya bundar dengan warna-warni sangat indah. Kuning, oranye, atau merah. Daunnya berwarna hijau segar dan lebar. Jika ingin memetik bunganya harus hati-hati karena batangnya berduri. Tapi, durinya tidak terlalu tajam, kok, ujar Novilia, pengelola Oasis Nursery, Sentul, Jawa Barat, sambil meraba batang berduri Euphorbia.

Dengan lebih dari 2000 spesies, tanaman yang sebagian besar berasal dari Afrika dan Madagaskar ini bisa tumbuh di Indonesia karena sifatnya yang senang dengan sinar matahari. Kebanyakan Euphorbia yang dikembangkan di Indonesia berasal dari Thailand. Menurut Novi, jika baru datang dari Thailand, Euphorbia sebaiknya jangan terkena sinar matahari secara langsung. Setelah akan berbunga barulah aman untuk dipindahkan ke tempat yang ada sinar matahari langsung. Dijamin, Euphorbia akan berbunga dengan indahnya.

Perlu diingat untuk tidak membiarkan media tanahnya dalam kondisi lembap. Bisa-bisa tanaman busuk, batangnya jadi lunak, jelas Novi sambil memberitahu media Euphorbia terdiri dari sekam bakar, cocopeat, dan pakis. Agar tak merusak tanaman, saat penyiraman jangan ke bagian bunga, tapi ke media tanaman. Memperbanyak Euphorbia dilakukan secara generatif (biji) dan vegetatif (stek). Saat melakukan perbanyakan dengan stek, batang tanaman yang keluar getahnya jangan langsung ditanam. Biarkan kering dulu sekitar 3 hari. Kalau langsung ditanam bisa busuk.

Bisa juga perbanyakan dengan dengan model grafting, menyambung batang bawah dengan batang atas. Ini paling banyak dilakukan, karena sudah ketahuan batangnya jenis apa. Kalau memperbanyak dari biji suka sulit memprediksinya. Terkadang daunnya jadi aneh tumbuhnya, jelas Novi. Bahkan menurunya, berkat sambungan, sudah ada Euphorbia yang batangnya tidak berduri. Tapi perbandingannya kecil sekali, mungkin 1:1.000.

Jika musim panas tiba, tanaman akan diserang kutu putih. Cukup musnahkan dengan insektisida. Basminya secara bertahap, misalnya, dalam seminggu bisa tiga kali melakukan pembasmian. Hama lain yang kerap mengganggu adalah ulat, khususnya pada saat peralihan dari musim hujan ke panas.

Beri Lubang Pot
1. Tanam Euphorbia di pot yang ada lubang di dasarnya. Jika tak berlubang medianya akan mampet di bawah. Akibatnya tanaman tidak tumbuh dengan bagus.
2. Euphorbia suka media kering dan porous yaitu tidak mengikat air terlalu lama.
3. Jika tumbuh cabang-cabang yang tidak beraturan sebaiknya dipotong.
4. Untuk mencek apakah tanaman cukup air atau tidak, masukkan telunjuk ke dalam media. Jika kering berarti memerlukan air. Tanaman pun akan mengkerut, daun menguning dan rontok
.


Studi Troposfer menggunakan GPS

ATMOSFER BUMI
Atmosfer adalah campuran gas yang mengelilingi permukaan bumi. Campuran gas ini mengitari bumi karena ditarik oleh gaya gravitasi yang ada pada bumi dan campuran gas ini disebut dengan udara. Lapisan gas tersebut mengelilingi bumi dengan ketebalan yang sulit untuk ditentukan secara teliti, namun ketebalan rata-rata dari atmosfer ini ditentukan kira kira 500 km [Spiegel & Gruber, 1983].
Udara bercampur secara baik di atmosfer. Meskipun bercampur, atmosfer mempunyai perbedaan-perbedaan yang signifikan dalam temperatur dan tekanan dalam setiap perbedaan ketinggiannya. Perbedaan ini didefinisikan ke dalam sejumlah lapisan atmosfer.
Lapisan atmosfer ini terdiri dari troposfer (0-16 km), stratosfer (16-50 km), mesosfer (50-80 km) dan termosfer (80-640 km). batas antara keempat lapisan ditentukan dengan perubahan temperatur yang mencolok, dan termasuk berturut-turut tropopause, stratopause, dan mesopause. Di dalam troposfer dan mesosfer, temperatur secara umum menurun sesuai dengan kenaikan ketinggian, sebaliknya pada stratosfer dan termosfer, temperatur naik seiring dengan kenaikan ketinggian [pettersen,1958;Miller et al,1983].
Hampir seluruh udara (90 %) mengandung uap air dan sisanya tidak mengandung uap air [Kurniawan, 1998]. Udara yang tidak mengandung uap air ini disebut dengan udara kering.
—————————————————————————————————————————————————
LAPISAN TROPOSFER
Lapisan troposfer merupakan persentase terbesar dari total masa atmosfer yaitu lebih dari 75%. Sedangkan sisanya menyebar pada lapisan yang lain [Spiegel &Gruber, 1983]. Troposfer tersusun atas nitrogen ( 78 %) dan oksigen (21 %) dengan hanya sedikit konsentrasi gas lainnya.
Penurunan rata-rata temperatur pada troposfer adalah 6.5° C/km [Pettersen, 1958]. Tingkat penurunan ini dikenal dengan susut temperatur rata-rata troposfer. Susut temperatur maksudnya adalah derajat penurunan temperatur. Di tempat yang temperaturnya berkurang sejalan dengan ketinggian seperti lazimnya pada troposfer susut temperaturnya adalah positif.  Berkurangnya temperatur terhadap ketinggian pada troposfer ini disebabkan oleh [ Yulanda, 1997] : Pemanasan udara yang terbanyak berasal dari bumi, uap air dan debu yang menyerap panas, semakin keatas semakin berkurang, udara pada lapisan bawah lebih rapat daripada lapisan diatas sehingga udara pada lapisan bawah lebih panas
Ketika melalui troposfer, sinyal GPS akan mengalami refraksi yang menyebabkan perubahan kecepatan dan arah sinyal GPS. Efek utama dari troposfer dalam hal ini adalah terhadap hasil ukuran jarak dari satelit GPS ke receiver GPS di permukaan [Abidin, 2000]. Data pseudorange dan data fase keduanya sama diperlambat oleh troposfer, dan besar magnitudo dari bias troposfer pada kedua data pengamatan tersebut adalah sama. Magnitudo dari bias troposfer berkisar sekitar ≈ 2.3 m di arah zenit sampai ≈ 20 m pada 100 m di atas horison [Abidin, 2000; Seeber, 1993; Wells et al, 1986].
—————————————————————————————————————————————————
Kandungan Uap Air dalam Troposfer
Uap air adalah air yang berada pada fase gas. kandungan uap air dalam troposfer menurun secara tajam dengan kenaikan ketinggian. Kandungan uap air memainkan peranan penting dalam mengatur temperatur udara karena menyerap radiasi matahari dan radiasi termal dari permukaan bumi. Uap air terbesar berada diatas daerah tropis. Jumlahnya bervariasi dari waktu ke waktu dan dari satu tempat ke tempat lainnya. Namun secara umum diperkirakan jumlah atau konsentrasi uap air di atmosfer berkisar antara hampir 0% sampai 4%. Maksudnya adalah 4 gram air untuk setiap 100 gram udara. Perubahan ekstrim  menurut tempat dan waktu dari jumlah uap air di atmosfer tersebut disebabkan karena kemampuan air yang unik untuk berada pada tiga fase (gas, cair, dan padat) pada temperatur yang biasanya terdapat di bumi [Miller, 1983]
Dari jumlah yang berkisar antara 0 % sampai denga 4% tersebut, hampir keseluruhannya ( 99 %) berada pada lapisan troposfer. Pada troposfer, air pada bentuk cair ditemukan sebagai gerimis (hujan rintik), awan, kabut, dan embun. Es merupakan air dalam bentuk padat dan ditemukan dalam atmosfer dalam berbagai bentuk, seperti salju, hujan es (hail), hujan es yang bercampur salju, awan kristal es, dan butiran salju (snow pellets) [Spiegel &Gruber, 1983]. Sedangkan bentuk gas dari air disebut dengan uap air, sebagaimana yang telah disebutkan di atas.
Semua fenomena cuaca terjadi di dalam lapisan troposfer. Ini disebabkan karena pegerakan vertikal atau konveksi udara membangkitkan awan-awan yang menyebabkan terjadinya hujan dari uap air dalam troposfer, dan memberikan banyak perubahan dalam cuaca.
Pada tropopause, temperatur mengalami kestabilan. Tropopause ini adalah lapisan yang membatasi troposfer dan stratosfer. Temperatur udara mulai meningkat di dalam stratosfer. Peningkatan temperatur mencegah terjadinya konveksi udara diluar tropopause, dan konsekuensinya banyak fenomena cuaca, termasuk awan petir cumulonimbus yang paling tinggi terjadi di dalam troposfer.
Jumlah kandungan uap air yang tepat yang berada pada setiap tempat dan waktu sangat penting untuk diketahui oleh para ahli meteorologi. Peranan penting yang dimaksud adalah [Miller, 1983] : Uap air merupakan penyerap radias yang sangat penting di udara dan dengan demikian mempengaruhi keseimbangan energi di atmosfer.  Pelepasan panas laten dari proses kondensasi merupakan sumber energi yang penting untuk memelihara proses-proses cuaca yang terjadi di atmosfer. Kandungan uap air merupakan komponen yang sangat penting bagi peramalan cuaca.
————————————————————————————————————————————————–
STUDI TROPOSFER MENGGUNAKAN TEKNOLOGI GPS 

Satelit GPS memancarkan sinyal-sinyal gelombang elektromagnetik yang sebelum diterima oleh antena receiver GPS akan melewati medium lapisan-lapisan atmosfer yaitu ionosfer dan troposfer. Dalam kedua lapisan ini, sinyal GPS akan mengalami gangguan (bias) sehingga jarak yang dihitung akan memberikan nilai yang mengandung kesalahan. Jarak digunakan untuk menghitung posisi titik.  Dalam lingkup kajian GPS, kedua lapisan ini menjadi bias tersendiri yang harus dikoreksi sebelum menentukan posisi titik.
Bias yang disebabkan oleh adanya lapisan troposfer dan ionosfer ini ditambah dengan kesalahan orbit dan waktu akan menyebabkan kesalahan pada ukuran jarak dari satelit GPS ke antena receiver, yang akan menyebabkan kekurang telitian pada penentuan posisi pengamat. Oleh karena itu estimasi besaran bias troposfer dan ionosfer perlu dilakukan untuk memperoleh hasil yang lebih teliti. Bias yang diakibatkan oleh lapisan troposfer memberikan efek yang lebih signifikan jika diakibatkan oleh bias yang diakibatkan oleh lapisan ionosfer, terutama terhadap komponen tinggi yang di berikan oleh GPS [Abidin et al,1998].
Metode yang digunakan dalam penentuan bias troposfer ini adalah dengan menggunakan metode inversi GPS. Metode inversi ini pada dasarnya adalah menentukan besarnya penyimpangan jarak dari satelit GPS ke antena receiver GPS sebagai akibat dari perlambatan waktu tempuh selama sinyal melewati lapisan troposfer. Penyimpangan jarak akibat perlambatan waktu tempuh sinyal GPS umumnya disebut dengan Zenith Tropospheric Delay (ZTD). Harga ZTD ini nantinya dijadikan sebagai faktor koreksi untuk menentukan jarak dari satelit GPS ke antena receiver GPS yang bebas pengaruh troposfer.
Besaran ZTD juga dapat digunakan untuk mengkarakterisasi dan menganalisis kondisi troposfer di sekitar daerah pengamatan GPS. Hal ini dapat dilakukan dengan memisahkan komponen basah (wet component) dari ZTD, sehingga diperoleh ZWD (Zenith Wet Delay) yang lebih dikenal dengan sebutan wet delay. Wet delay yang diperoleh selanjutnya akan dipantau dan dipetakan, yang pada tahapan berikutnya akan dianalisis untuk berbagai keperluan aplikasi, terutama dalam bidang meteorologi (GPS-Meteorology).
Analisis dari pemantauan wet delay terhadap kondisi meteorologis suatu daerah tentunya berlainan antara yang satu dengan yang lainnya, diantaranya tergantung dari lokasi geografis dan kondisi topografis dari daerah penelitian tersebut. Selain itu cakupan wilayah juga menjadi faktor penting dalam analisis tersebut.
————————————————————————————————————————————————–
Studi Kondisi Troposfer di Kota Bandung

KK Geodesi bekerjasama dan KK dari prodi Geofisika Meteorologi telah melakukan penelitian atau studi GPS Meteorologi.  Akronim GPS Meteorologi ini yaitu teknik pemantauan karakteristik troposfer dengan memanfaatkan inversi data GPS.  Studi GPS Met ini dilakukan oleh KK Geodesi diantaranya di daerah kota Bandung dan sekitarnya.
Akuisisi data dilakukan sebanyak empat kala. Kala pertama dan kedua pada bulan September dan November 2001, sedangkan yang ketiga dan keempat adalah pada bulan Juni dan Agustus 2002. Setiap kala, pengamatan dilakukan pada satu hari penuh. Dimulai dari pukul 09.00 sampai pukul 17.07 WIB. Selama delapan jam pengamatan itu, diupayakan setiap jam-nya terdapat titik-titik sampel stasion pengamatan GPS yang  mewakili kota Bandung. Untuk setiap jam pengamatan, dibagi ke dalam tiga segmen waktu pengamatan. Tiap segmen waktu dimulai dari menit ke-0, menit ke-20, dan menit ke-40.  lamanya pengamatan tiap segmen adalah tujuh (7) menit dengan epoch interval sebesar 3 detik, elevation mask angle sebesar 150.

Setelah pengambilan data lapangan selesai, selanjutnya dilakukan proses pengolahan data GPS, yang dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak komersial SKI PRO. Strategi pengolahan dilakukan dengan mereduksi secara maksimum kesalahan dan bias yang ada, sehingga yang tertinggal hanyalah hasil inversi yang berupa data ZWD. Selanjutnya masing-masing titik amat diplot posisi geografisnya dalam sistem koordinat UTM, dan data ZWD untuk masing-masing titik amat itu kemudian dijadikan sebagai data kontur pada pengeplotan posisi dalam sistem koordinat UTM. Peta ‘kontur PWV’ itu diasumsikan merupakan peta dari satu jam pengamatan GPS. Pada akhirnya akan merupakan suatu rangkaian “peta kandungan uap air relatif kota Bandung” untuk1 hari pengamatan yang dilakukan.  

Dari hasil pengolahan data diperoleh kesimpulan yaitu kecenderungan umum wet delay kota Bandung meningkat dari barat laut hingga ke tenggara. Kecenderungan ini nampak dari semua peta yang dibuat. Meskipun setiap peta memiliki karakterisitik sendiri yang membedakan dengan peta lainnya. Ditinjau dari segi ketinggian daerah, Semakin tinggi posisi titik di permukaan bumi, maka harga wet delay akan rendah pula. Lihat juga [Wedyanto et.al, 2001 a] untuk penelitian kondisi udara di Gunungapi Batur. Kondisi geografis kota Bandung berada di daerah tropis yang bertekanan rendah. Sehingga udara mengalir dari 300 LU dan 300 LS. Aliran udara dari 300 LU disebut angin pasat timur laut. Sedangkan yang berasal dari 300 LS disebut angin pasat tenggara [Setyoko, 1984]. Selain dipengaruhi oleh angin pasat, iklim di kota Bandung juga dipengaruhi angin musim (monsun) [Avia, 1994].
Kondisi meteorologis kota Bandung juga dipengaruhi oleh kondisi lokal. Kondisi lokal ini bisa berupa penguapan, curah hujan, pemanasan permukaan bumi, partikel buangan industri atau kendaraan bermotor maupun dari aktivitas masyarakat. Diduga tekanan massa udara (angin) datang dari arah selatan-tenggara menuju pusat kota Bandung. Disinilah terjadi suatu ‘benturan’, ketika angin itu membentur angin yang berasal dari arah utara melalui celah Lembang. Benturan itu kemudian bergerak ke arah timur laut.  Selanjutnya, ketika cuaca cerah, terjadi penguapan sehingga kandungan uap air meningkat. Peningkatan ini semakin besar ketika cuaca mulai mendung karena akan segera turun hujan. Sedangkan ketika hujan turun, kandungan uap air berkurang. Setelah hujan selesai, perbedaan kandungan uap air terjadi di beberapa daerah. Ada yang kembali meningkat, yang relatif tidak berubah, ada juga yang malah berkurang. Perbedaan ini diduga karena lebih banyak dipengaruhi aktivitas lokal lainnya.
Pusat Kota Bandung, secara umum menunjukkan aktivitas berbeda dengan lokasi lain, yang ditunjukkan dengan tingginya komponen basah (wet delay) disaat komponen basah di lokasi-lokasi lain sedang rendah, demikian sebaliknya. Hal ini berarti berkorelasi dengan kepadatan penduduk di daerah tersebut dengan komponen basah yang dihasilkan.  Walaupun demikian, secara umum juga dapat dideteksi bahwa pada pk.16:00-17:00 kondisi basah berkurang di seluruh cekungan Bandung.

Kamis, 03 Februari 2011

Awig-awig Subak, Penanganan konflik subak, dan Mobilisasi sumber daya




Subak memiliki awig-awig ( aturan tertulis ) yang di buat dalam parhyangan dan pada umumnya sangat di hormati pelaksananya oleh anggota subak. Di samping awig-awig ada pula aturan-aturan lain yang disebut kerta-sima (kebiasaan-kebiasaan yang sudah sejak lama di laksanakan dalam aktivitas subak yang mirip sebagai suatu konvensi ) dan ada pula aturan yang tidak tertulis yang berdasarkan pada kesepakatan subak pada saat dilaksanakan rapat subak dan lain-lain, yang umumnya disebut dengan perarem. Dalam aturan tersebut umumnya berisi hal-hal yang berkait dengan kiat agar lembaga subak dapat berjalan sesuai dengan lembaga tersebut, yakni mengelola system irigasi berdasarkan harmoni dan kebersamaan.
Sementara itu, aturan-aturantertulis maupun tidak tertulis (awig-awig dan perarem ) yang diberlakukan pada subak yang berkait dengan kepentingan subakakan diterapkan, bila telah didapat kesepakatan dari semua anggota subak. Rapat subak untuk mencapai kesepakatan-kesepakatan bersama pada umumnya dilakukan secara rutin menjelang musim tanam. Dalam rapat seperti itu akan ditetapkan pula hari baik (dewasa ayu) untuk memulai melaksanakan pengelolaan tanah, penanaman atau kadang-kadang menentukan jenis tanaman yang harus di tanam, dan pelaksanaan gotong royong untuk memperbaiki dan membersihkan jaringan irigasi. Pelaksaan gotong royong umumnya di sesuaikan dengan upacara magpag toyo/mendak toyo.
Pengertian Awig-awig
 Awig-awig adalah suatu produk hukum dari suatu organisasi tradisional di Bali, yang umumnya dibuat secara musyawarah mufakat oleh seluruh anggotanya  dan    berlaku   sebagai    pedoman     bertingkah   laku   dari  anggota    organisasi   yang bersangkutan. Dengan demikian, awig-awig adalah patokan-patokan tingkah laku yang   dibuat   oleh   masyarakat   yang   bersangkutan   berdasarkan   rasa   keadilan   dan rasa kepatutan yang hidup dalam masyarakat yang bersangkutan. Salah   satu   bentuk   organisasi   tradisional   yang   berwernang   membuat   awig-awig  adalah desa pakraman. Disamping desa pakraman, masih banyak lagim organisasi tradisional   Bali   lain   yang   juga   mempunyai   awig-awig,   seperti subak   (organisasi petani    lahan  sawah),   subak   abian    (organisasi   petani  lahan   tanah   kering),  dan kelompok-kelompok sosial lain yang tergabung dalam sekaa-sekaa, seperti sekaa  teruna (organisasi pemuda), sekaa dadya (kelompok sosial yang didasarkan atas kesamaan leluhur), dan sebagainya.
Tujuan awig-awig
Tujuannya    tidak   lain  agar  subak   menjadi    lebih  kuat   dan mandiri dan anggota-anggotanya  dapat lebih diberdayakan serta terangkat kesejahteraannya. Dengan demikian, subak menjadi tangguh menghadapi berbagai tantangan modernisasi.
Awig-awig      ditulis  dalam    bahasa    Bali.  Di   beberapa    desa   yang   pernah   mengikuti   lomba, ditemukan   awig-awig yang ditulis dalam dua bentuk huruf (ekabasa-dwi aksara), yaitu dengan   aksara Bali dan huruf Latin. Di beberapa tempat ditemukan ada awig-awig yang ditulis di daun lontar bahkan di atas lempengan perunggu, ada pula yang ditulis dalam kertas biasa.   Sistematika     awig-awig tertulis  yang  ada   sekarang  umumnya mengikuti pola yang dibakukan oleh pemerintahmelalui pembinaan-pembinaan, sesuai dengan Pedoman Penulisan Awig-awig Desa Pakraman yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Dalam buku pedoman tersebut telah dilampirkan contoh   format   yang   lengkap.Sesuai   pedoman yang   ada, sistematika   awig-awig terdiri   dari Murdha   Citta  (Pembukaan)   dan   Batang   Tubuh. Batang tubuh   awig- awig     terdiri  dari  beberapa sargah (bab) yang dibagi-bagi    lagi dalam   Palet (bagian)   dan Pawos (Pasal). Bila diperlukan, pawos   masih   diuraikan   lagi   dalam beberapa Kaping (ayat). Penomoran bab menggunakan bahasa Sansekerta, seperti misalnya     bab   pertama  disebut  Pratamas  Sargah, Bab kedua disebut  Dwityas Sargah, dan   seterusnya.  
Salah   satu   bentuk   organisasi   tradisional   yang   berwernang   membuat   awig-awig adalah desa pakraman. Disamping desa pakraman, masih banyak lagim organisasi tradisional   Bali   lain   yang   juga   mempunyai   awig-awig,   seperti subak   (organisasi petani    lahan  sawah),   subak   abian    (organisasi   petani  lahan   tanah   kering),  dan kelompok-kelompok sosial lain yang tergabung dalam sekaa-sekaa, seperti sekaa teruna (organisasi pemuda), sekaa dadya (kelompok sosial yang didasarkan atas kesamaan leluhur), dan sebagainya.
Tidak ada awig-awig yang seragam di seluruh bali,  karena awig-awig dibuat  disesuaikan dengan kondisi setempat yang mungkin saja bervariasi antara desa yang satu dengan yang lainnya.
Contoh konflik :
·        Menciutnya Areal  Persawahan Beririgasi Akibat Alih Fungsi
· Salah satu tantangan yang dihadapi subak adalah menciutnya lahan sawah beririgasi sebagai akibat adanya alih fungsi untuk kegiatan non-pertanian. Di Bali dalam beberapa tahun belakangan   ini   areal   persawahan   yang   telah   beralih   fungsi diduga  mencapai  1000   ha   per tahun. Penciutan areal sawah ini sungguh pesat, lebih-lebih di lokasi yang dekat kota karena dipicu oleh harga yang cenderung   membubung tinggi. Nampaknya petani pemilik sawah di daerah sekeliling kota cenderung tergoda oleh tawaran harga tanah yang tinggi. Sebab, jika dibandingkan   dengan    mengusahakan        sendiri   untuk    usahatani     hasilnya  sungguhtidak seimbang. Petani mungkin lebih memilih mendepositokan uang hasil penjualan tanahnya itu di    bank   dan   tinggal   menerima      bunganya      tiap  bulan   yang bisa   jadi  jauh   lebih   besar dibandingkan dengan hasil usahataninya.
·  Andaikata   penyusutan   areal   persawahan   di   Bali   berlanjut   terus   separti   sekarang   ini dikhawatirkan organisasi subak akan terancam punah. Jika subak hilang apakah kebudayaan Bali dapat bertahan karena diyakini bahwa subak bersama lembaga sosial tradisional lainnya seperti banjar dan desa adat merupakan tulang punggung kebudayaan Bali. Dalam kaitan ini para   petani   anggota   subak     perlu   dilibatkan    dalam   proses     pengambilan   keputusan   yang menyangkut  masalah   pengalih   fungsian   lahan  sawah   yang   berada   dalam   wilayah   subak mereka.

·        Ketersediaan Air Semakin Terbatas
 Meningkatnya   pendapatan   masyarakat   dan   jumlah   penduduk   serta   pembangunan   di segala   bidang   terutama   pemukiman   dan   industri  pariwisata   di   Bali   menuntut   terpenuhinya kebutuhan      air  yang    terus   meningkat  baik   dari  segi   kuantitas   maupun  kualitasnya.    Ini mengisyaratkan        bahwa    air  menjadi    sumberdaya   yang    semakin    langka.   Persaingan     yang menjurus ke arah konflik kepentingan dalam pemanfaatannya antara berbagai sektor terutama sektor   pertanian   dan   non   pertanian   cenderung   meningkat   di   masa-masa   mendatang.  Belum adanya   hak  penguasaan   air   yang   dimiliki  oleh para pengguna  merupakan salah satu   sebab pemicu  konflik   pemanfaatan air.  Hal  ini  dapat   dimengerti karena  air  yang   selama    ini dimanfaatkan lebih banyak untuk pertanian, sekarang dan di masa depan harus dialokasikan juga ke sektor non pertanian. Mengingat air menjadi semakin langka maka para petani anggota subak dituntut untuk mampu mengelola air secara lebih efisien dan demikian pula para pemakai air lainnya agar mampu mengembangkan budaya hemat air.Kerusakan  Lingkungan  khususnya Pencemaran Sumberdaya Air   Di   beberapa   tempat   telah   muncul   keluhan-keluhan   dari   masyarakat   petani   tentang adanya     pencemaran   lingkungan   khususnya   sumberdaya  air   pada   sungai   dan   saluran   irigasi akibat  adanya    limbah    industri  dan   limbah    dari   hotel  serta  pemukiman.  Kecenderungan menurunnya   kualitas   air   ini   akan   meningkat   seiring   dengan   meningkatnya   jumlah   industri yang mengeluarkan limbah beracun yang disalurkan melalui sungai maupun saluran irigasi. Dalam kaitan ini subak dituntut untuk mampu berperan aktif dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.

·        Kerusakan  Lingkungan   khususnya Pencemaran Sumberdaya Air
·Di   beberapa  tempat   telah   muncul   keluhan-keluhan   dari   masyarakat   petani   tentang adanya pencemaran   lingkungan   khususnya   sumberdaya air   pada  sungai  dan   saluran irigasi akibat    adanya    limbah    industri  dan   limbah   dari  hotel  serta  pemukiman.  Kecenderungan menurunnya kualitas air  ini  akan meningkat seiring  dengan  meningkatnya jumlah industri yang mengeluarkan limbah beracun yang disalurkan melalui sungai maupun saluran irigasi. Dalam kaitan ini subak dituntut untuk mampu berperan aktif dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Penanganan konflik:
      Membuat aturan (contohnya : awig-awig dan pararem)
 Awig-awig tertulis umumnya hanya memuat pokok-pokok (aturan-aturan pokok) mengenai kehidupan   desa   pakraman, sedangkan   aturan-aturan pelaksanaannya yang   lebih   rinci  dituangkan    dalam  bentuk   pararem. Dalam pengertian luas, awig-awig meliputi pula pararem, dadang-kadang keduanya tidak dibedakan   penggunaannya.   Dalam   pengertian   khusus,   pararem diartikan sebagai keputusan-keputusan paruman yang mempunyai kekuatan mengikat. Dilihat dari substansinya, pararem dapat digolongkan dalam tiga golongan. Pertama, pararem penyahcah  awig,yaitu   keputusan-keputusan  paruman yang  merupakan aturan pelaksanaan dari awig-awig; kedua: pararem ngele/pareram lepas, yaitu keputusan paruman yang merupakan aturan hukum baru yang tidak ada landasannya dalam awig-awig  tetapi  dibuat   untuk   memenuhi   kebutuhan     hukum    masyarakat;   dan ketiga: pararem penepas wicara , yang berupa keputusan paruman mengenai suatu persoalan  hukum (perkara) tertentu,  baik yang     berupa  sengketa    maupun pelanggaran hukum (pararem panepas wicara ).
      Pemberian sanksi terhadap anggota subak yang terlibat konflik
Sanksi dalam awig-awig disebut   dengan   istilah pamidanda,  mempunyai tujuan  untuk     mengembalikan  keseimbangan apabila terjadi    gangguan keseimbangan hubungan dalam aspek-aspek hubungan kewilayahan (palemahan ), kemasyarakatan (pawongan ), d keagamaan       (parhyangan ).  Pamidanda  ini dalam  literature   hukum  ataupun    dalam    pemahaman    masyarakat  umum     lazim dikenal     sebagai   sanksi   adat.  Secara    umum, bentuk-bentuk pamidanda (sanksi adat) ini terdiri dari tiga golongan, yaitu sanksi yang berkaitan dengan harta benda (uang   atau   barang)   disebut  artha   danda;   sanksi   yang   berkaitan   dengan   nestapa jiwa   atau   fisik  disebut jiwa   danda ;   serta   sanksi   yang   berkaitan   dengan   upaya pengembalian   keseimbangan   alam   gaib   (niskala)   disebut panyangaskara   danda.
Bantuk-bentuk   sanksi   dari   ketiga   golongan   sanksi   di   atas   sangat   bervariasi   dari yang sangat ringan sampai yang paling berat. Bentuk sanksi dari golongan artha danda yang paling ringan, misalnya adalah berupa denda uang atau barang yang disebut dedosan, kebakatan, dan lain-lain
sedangkan yang berat adalah karampag (hartanya  disita  untuk    dijual  kemudian  hasilnya    digunakan     untuk    melunasi kewajibannya di desa).   Bantuk sanksi dari golongan jiwa danda  yang tergolong ringan   misalnya adalah kagelemekin (ditegur oleh prajuru atau dalam  paruman), sedangkan yang berat adalah kasepekang (dikucilkan) dan kanorayang makrama (dipecat    sebagai    kerama    desa).  Bantuk    sanksi   dari   golongan  panyangaskara danda, misalnya adalah kewajiban nyarunin desa (melakukan upacara korban suci untuk mengembalikan kesucian desa).
Mekanisme penjatuha sanksi   umumnya di lakukan oleh desa pakraman secara berjenjang melalui prajuru  sesuai dengan tingkatannya (mulai dari prajuru banjar   sampai   prajuru   desa)   dan   disesuaikan   dengan   berat   ringannya   kesalahan atau   akibat   yang   ditimbulkan   (masor   singgih   manut   kasisipanya).   Walaupun   di sana-sini terjadi perlawanan dari kerama dalam penerapan awig-awig (penjatuhan sanksi)    sehingga   muncul   menjadi   kasus   yang   dimuat   di   media   massa,   secara umum awig-awig dan sanksi adat ditaati oleh kerama desa. Ketaatan kerama desa terhadap awig-awig disebabkan awig-awig tersebut mempunyai legitimasi sekala dan   niskala.   Secara   sekala   (alam   nyata)   awig-awig   diterima   dan   ditatati   karena merupakan kesepakan bersama, dibuat secara demokratis melalui rapat (paruman) desa,   pada   suatu   forum  dimana  semua   kerama   desa   mempunyai   hak   suara   yang sama.   Secara  niskala,   awig-awig   ditaati   karena   dianggap   mempunyai   tuah   atau kekuatan gaib   sebab   awig-awig baru   diberlakukan     setelah   diadakan    upacara pasupati atau pemelaspasan .
      Penerapan teknologi

Proses distribusi air irigasi yang adil pada dasarnya memanfaatkan teknologi yang sepadan sesuai dengan kebutuhan petani setempat. Gatra teknologi untuk dapat mencapai keadilan dan harmoni sesuai dengan filosofi konsep THK yang juga dicatat dalam system subak di bali adalah adanya suatu system pada komlek pemilikan sawah petani anggota subak masing-masing memiliki saluran suplesi (saluran air yang menuju komplek sawah petani), dan tempat air masuk/bangunan sadap (tembuku pangalapan) serta memiliki pula lokasi tempat pembuangan air irigasi dari komplek sawah petani tersebut (saluran drainasi). Air dalam saluran drainasi ini dapat dimanfaatkan oleh pihak lain. Dengan demikian melalui penerapan teknologi seperti ini akan tercapai harmoni dan kebersamaan sesuai dengan makna dari konsep THK dalam system subak.
   
Pencegahan konflik dalam subak
Semangat  gotong-royong  yang tinggi dalam melakukan kegiatan-kegiatan persubakan terutama dalam pemeliharaan jaringan fisik dan kegiatan ritual subak  Ritual subak merupakan unsure pemersatu para anggotanya sehingga  subak  menjadi organisasi yang kuat dan tangguh, Yang dapat mencegah konflik dalam subak.
Mobilisasi sumber daya
         Dalam proses  menuju     ke   masyarakat      industri/jasa   dan    selanjutnya      dalam menyongsong era globalisasi dan perdagangan bebas yang pelaksanaannya                    dilakukan secara bertahap   mulai   tahun   2003   nanti,   tidak   sedikit  tantangan   yang   harus   dihadapi   oleh   subak sebagai     lembaga    tradisional    di  Bali.  Tantangan-tantangan    tersebut    mungkin     saja  bisa menggoyahkan   sendi-sendi   kehidupan   subak   atau   bahkan   bisa   mengancam   eksistensinya apabila   tidak   dapat   diupayakan   agar   tantangan-tantangan   tersebut   dapat   dijadikan   peluang bagi subak untuk memperkuat dan meningkatkan peranannya di masa-masa mendatang sesuai dengan perkembangan zaman.
 Adalah     menjadi     tugas    dan   tanggung      jawab    moral    bagi    kita  semua     untuk menyumbangkan pikiran bagaimana agar subak sebagai warisan budaya bangsa yang bernilai luhur   dapat   dilestarikan.   Maksudnya   bukan   hanya   mempertahankan   nilai-nilai   lama,   tetapi sekaligus   membina   dan   mengembangkan   di   mana  unsur-unsur   yang   dipandang   sudah   tidak sesuai   lagi   dengan   tuntutan   masa   kini   maupun   masa   datang   dapat   dilakukan   penyesuaian- penyesuaian      sesuai  kebutuhan.     Tujuannya    tidak   lain  agar  subak   menjadi    lebih  kuat   dan mandiri dan anggota-anggotanya  dapat lebih diberdayakan serta terangkat kesejahteraannya.
Dengan demikian, subak menjadi tangguh menghadapi berbagai tantangan modernisasi. Subak    sedang    menghadapi      bermacam     tantangan,    lebih-lebih   dalam menyongsongera globalisasi yang jika tidak teratasi maka kelangsungan hidup subak bisa terancam. Tantangan- tantangan tersebut antara lain dapat diuraikan di bawah ini:
Persaingan dalam Pemasaran Hasil-Hasil Pertanian yang Semakin Tajam
         Akan     tiba  saatnya bahwa  Indonesia    harus   terbuka   terhadap    masuknya     komoditi pertanian yang diproduksi di luar negari. Sektor pertanian pun mau tidak mau harus terbuka untuk investasi asing dan dituntut agar mampu bertahan pada kondisi persaingan bebas tanpa subsidi dari pemerintah. Malahan sekarang saja pasar-pasar swalayan di beberapa kota besar termasuk   Denpasar   sudah   mulai   kebanjiran   produk-produk   pertanian   seperti   buah-buahan, sayur-sayuran      dan   daging    yang    dihasilkan   petani   negara    asing   yang   dapat   menggeser kedudukan   produksi pertanian yang dihasilkan oleh petani-petani negeri kita sendiri. Untuk mampu   bersaing   dalam   pasar   ekonomi   global   maka   mutu   hasil   –hasil   pertanian   kita   perlu ditingkatkan.   Ini   berarti   bahwa   mutu   sumberdaya   manusia   termasuk   para   petani   produsen perlu terus ditingkatkan agar menjadi lebih profesional, efisien dan mampu menguasai serta memanfaatkan teknologi.